Bisnis OfflineDigital BisnisUsaha Sampingan

Ramai Bisnis Sewa Ponsel yang Ingin Eksis di Medsos, Rentan Diretas

ramai-bisnis-sewa-ponsel-yang-ingin-eksis-di-medsos-rentan-diretas
Ilustrasi bisnis sewa ponsel. (Foto: (dok. Oppo))

Jakarta, Wearismyboat.com — Ramai bisnis sewa ponsel sudah pernah ada di beberapa negara sejak beberapa tahun lalu seperti China, India dan memiliki dampak negatif rentan untuk diretas. Di Indonesia bisnis model ini cukup diincar sejumlah konsumen yang mendambakan ponsel berperforma lebih.

Salah satu pebisnis yang mengeruk keuntungan yakni Jakartaberkamera, yang sebelumnya menyewakan kamera namun kini merambah ke sewa ponsel.

Haris menyebut bisnis sewa ini tumbuh karena tren live sedang marak di media sosial.

“Sekarang kan zamannya live, live Instagram, live Facebook, nah itu kan perlu HP, rata-rata seperti itu sekarang trennya,” katanya.

Bisnis sewa ponsel yang dilakukan Jakartaberkamera rata-rata mengeluarkan tiga hingga lima unit pada akhir pekan.

BACA JUGA : Komponen Perangkat Apple Bakal Dijual Bebas Setelah Protes Keras

Syaratnya untuk sewa di Jakartaberkamera terbilang cukup mudah. Penyewa hanya perlu mengisi data diri dan tujuan sewa.

Jika lolos verifikasi, penyewa dapat langsung membawa ponselnya dengan memberikan kartu tanda penduduk (KTP) sebagai jaminan dan membayar tarif sesuai dengan tipe iPhone yang disewa.

Harga sewa iPhone di tempat ini bervariasi mulai dari Rp150 ribu hingga Rp400 ribu per hari, tergantung dari tipe iPhone yang disewa. Harga paling rendah diberikan untuk iPhone X, sedangkan harga paling tinggi diberikan untuk tipe yang lebih baru, iPhone 12.

Di negara lain, praktik penyewaan ponsel telah tumbuh sejak beberapa tahun lalu, salah satunya di China. Dengan konsep yang agak berbeda, China menyewakan ponsel pintar dengan durasi jam.

Konsep ini disebut untuk memfasilitasi anak-anak yang ingin bermain game. Hal ini memiliki kemiripan dengan apa yang kita kenal dengan warnet atau warung internet, usaha penyewaan unit komputer berjaringan internet yang sempat ramai pada masanya.

See also  Bisnis Sampingan Dengan Modal Kecil yang Bisa Anda Coba

Konsep ‘warung ponsel’ ini disebut menjamur pada 2018 di kota Nanchang dan Jiujiang, provinsi Jiangxi, terutama di sekitar kawasan sekolah.

Tarif yang dikenakan untuk penyewaan ponsel selama satu jam adalah 1 yuan atau sekitar Rp2 ribu, seperti dilansir dari The Paper.

Selain China, India juga menjadi salah satu negara yang memiliki praktik sewa ponsel. Di India, ponsel yang disewakan sama dengan jenis ponsel yang saat ini ramai disewakan di Indonesia, yakni iPhone.

RentoMojo, sebuah perusahaan yang berbasis di Bangalore. Menyewakan furnitur, peralatan olahraga, iPhone, dan perangkat rumah pintar seperti Google Home dan Amazon Echo.

“Menyewa smartphone sangat cocok untuk anak muda karena mereka dapat terus menggunakan ponsel terbaru dengan harga lebih murah tanpa menghabiskan uang mereka,” ujar Geetans Bamania, pendiri RentoMojo, seperti dikutip dari News18.

BACA JUGA : Xiaomi 12 Mini, Harga 8 juta – Berikut Spesifikasinya

Bisnis Sewa Ponsel, Pengguna Rentan Diretas hingga Pemerasan

Bisnis sewa ponsel premium yang ramai saat ini disebut dapat memberikan sejumlah dampak negatif yang menghantui para penyewanya, mulai dari peretasan hingga pemerasan.

Pengamat teknologi informasi dan media sosial, Kun Arief Cahyantoro. Mengatakan praktik sewa ponsel semacam ini berpotensi menimbulkan kebocoran data dan peretasan.

“Dari sisi kejahatan siber, ponsel sewaan berpotensi sangat besar untuk digunakan sebagai alat pelacak dan alat perekam tersembunyi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi pribadi penyewa,” kata Arief kepada CNNindonesia.com melalui pesan teks, Selasa (7/12).

Secara teknis, Arief mengatakan informasi-informasi personal dapat diperoleh tanpa diketahui oleh penyewa hingga menyasar ke ranah pribadi.

“Informasi tersebut bisa didapatkan tanpa sepengetahuan penyewa meski ponsel tersebut tampak tidak menyala (sleep),” kata Kun.

See also  Tips Membangun Bisnis Starup Yang Sukses

“Misal ponsel melakukan perekaman aktivitas pribadi pengguna (aktivitas di kamar kecil, aktivitas seksual, aktivitas komunikasi pribadi, aktivitas keuangan, dll) untuk tujuan pemerasan atau perundungan (bully) ataupun aktivitas akses misal akses data perbankan dan akses data kantor/pekerjaan/tempat,” tambahnya.

sumber : cnnindonesia

Originally posted 2021-12-08 15:55:03.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button